Tidak Haid… Hamilkah??

Banyak pertanyaan yang sering muncul untuk masalah yang satu ini. Haid tidak kunjung datang, hamilkah? Tetapi perut serasa begah. Berbahayakah? Untuk memastikannya ada baiknya kita melakukan USG.

Siklus haid idealnya teratur setiap bulan dengan rentang waktu antara 21 sampai 35 hari setiap kali periode haid. Dengan siklus haid yang normal, secara fisiologis menggambarkan, organ reproduksi ibu cenderung sehat dan tak bermasalah. Sistem hormonalnya baik, ditunjukkan dengan sel telur yang terus diproduksi dan siklus haidnya teratur. Apabila haid tidak teratur maka harus dideteksi penyebab utamanya.

Orang yang tidak haid belum tentu hamil sedangkan orang hamil pasti tidak haid. Mengapa demikian? Karena menstruasi terjadi bila sel telur yang tidak dibuahi meluruh bersama dengan mukosa rahim melalui suatu siklus. Sebaliknya bila ternyata sel telur tersebut berhasil dibuahi maka mukosa rahim akan menjaganya agar tidak meluruh dan bisa berkembang menjadi janin.

Yang mengatur fungsi dari mukosa rahim ini, kapan harus meluruh dan kapan harus tidak meluruh adalah hormon maka bila suatu ketika terjadi proses yang tidak wajar yaitu telur yang tidak dibuahi ternyata tidak meluruh alias tidak haid maka hormonlah yang menjadi salah satu biang keroknya. Sehingga jelas disini bahwa suatu yang tidak wajar bisa terjadi dalam proses ini yang menyebabkan seorang perempuan yang tidak hamil bisa tidak haid.

Tidak haid atau dalam istilah kedokterannya amenore terjadi bila seorang perempuan tidak haid lebih dari 3 bulan. Amenore secara garis besar dapat dibagi 2 yaitu amenore normal (fisiologis) dan amenore abnormal (patologis). Salah satu contoh dari amenore fisiologis yaitu saat seorang perempuang mengandung dan menyusui. Sedangkan amenore abnormal sering disebabkan oleh karena gangguan di hipotalamus, hipofisis, indung telur, rahim, dan vagina.

Tidak semua kasus amenore harus dibawa ke dokter, sebaliknya ada pula beberapa kasus yang harus segera mendapatkan penanganan dari seorang dokter. Kasus tersebut antara lain adanya tanda tanda kelaki lakian (maskulinisasi), cacat bawaan, uji estrogen dan progesteron negatif, adanya penyakit lain (tuberkulosis, penyakit hati, diabetes melitus, kanker), infertilitas, dan stress berat.

Penurunan dan peningkatan berat badan yang mencolok, usia saat haid pertama, gangguan pertumbuhan badan, adanya stress berat, penyakit berat, penggunaan obat obat penenang merupakan hal hal yang perlu diperhatikan bila seseorang menderita suatu amenore. Pemeriksaan yang bisa dilakukan yaitu pemeriksaan kandungan baik internal maupun eksternal, pemeriksaan penunjang berupa tes kehamilan dan uji progesteron.

Berbahayakah???

Lebih dari sepuluh penyakit yang bisa menyebabkan timbulnya gejala tidak haid. Jika tidak haidnya sejak remaja, tentu berbeda penyebabnya dengan yang tidak normal. Jenis tidak haid yang dialami karena sesuatu hal yang seperti ini sering disebabkan oleh gangguan pada indung telur. Fungsi indung telur yang melepaskan sel telur akan terganggu jika mengalami peradangan, kena radiasi, atau terbentuk tumor di sana.

Ada dua jenis tumor indung telur. Tumor non-neoplastik bersifat jinak, dan jenis neo-plastik
yang biasanya ganas. Semuanya ada 15 jenisnya. Bisa bekas radang, kista atau gelembung seperti balon berisi cairan. Jenis kista pun beragam. Kalau dibiarkan ada jenis kista indung telur yang lebih besar dari buah kelapa, layaknya ibu sedang hamil.

Jika tumor diduga non-neoplastik, masih sebesar buah duku, biasanya ditunggu sampai 2-3 bulan dan diharapkan mengempis sendiri. Baru jika tidak mengempis harus ditinjau kembali kemungkinan lain.

Harus Operasi

Suatu tumor yang dicurigai sebagai neo-plastik umumnya harus dioperasi. Tergantung besar tumor dan sifatnya ganas atau tidak, operasi hanya bisa mengerat bagian yang ada tumornya, bisa diangkat seluruh indung telurnya, atau sekaligus mengangkat rahimnya jika tumornya ganas.

Tumor indung telur umumnya tanpa keluhan dan gejala. Keluhan baru muncul karena besarnya, atau letaknya, tumor menggangu organ lain di sekitarnya. Jika menekan saluran kemih, usus, saraf atau pembuluh darah besar di sekitar rongga panggul, tumor akan menimbulkan keluhan susah kencing, tidak bisa buang air besar, tungkai kesemutan, atau kaki sering bengkak.

Mungkin saja tumornya belum begitu besar dan tidak teraba dari luar. Tapi jika menekan organ-organ vital disekitarnya, maka keluhan atau gejalapun muncul. Sebaliknya, tumor indung telur yang sudah lebih besar dan membuat perut membuncit pun mungkin belum merasa apa-apa, kecuali perut bertambah besar saja jika tumornya belum menekan organ-organ disekitarnya.

Ada baiknya untuk hal ini harus diperiksakan lebih dini kepada ahlinya. Karena jika sampai terlambat, hal ini bisa mengganggu kehidupan kita kelak. Kemungkinan terbesarnya adalah rahim tidak bisa lagi menjadi tempat hidup sang jabang bayi, atau yang lebih parah lagi dapat menyebabkan kematian karena tumor ganas atau kanker. (Dari berbagai sumber – Red)

One Response

  1. selamat malam
    thanx atas infonya. bermanfaat bgt.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s